Populer
Hierarki Wide Area Network (WAN)
Core
• Fungsi
Menjadi Backbone jaringan yang bertanggung jawab pada traffic jaringan.
• Tugas
1. Mengatur Traffic keseluruhan yang besar dengan baik, cepat, dan handal
2. Menguasai traffic besar dan kecepatan jaringan perangkat
• Perangkat
Cisco Router 10000 Series
Cisco Nexus 7000 Switch, 9-10-18 slot (WAN use)
Distribution
Distribution Layer adalah titik pemisah (Demarcation Point) antara access layer dengan core layer dan membantu mendefinisikan dan membedakan core layer.
• Fungsi
Mengontrol traffic jaringan dengan pengawasan dan perencanaan broadcast domain dan mengelompokkan lalu lintas pada switch ke subnetwork yang terpisah
• Tugas
Menyediakan routing, filtering dan untuk menentukan cara terbaik utuk menangani permintaan layanan dakam jaringan
• Perangkat
Cisco ASR 1013 Router
o The Cisco ASR 1013 Router supports full-width card modules. It is designed with a single midplane with connectors on one interface midplane. The Cisco ASR 1013 Router supports:
o Up to 6 ASR1000-SIP40G shared port adapter modules
o Up to 24 shared port adapters (SPAs) and up to six SIPs
o Cisco ASR1000-ESP40
o Cisco ASR1000-RP2 router processor
o Quad power supplies (redundant pairs) by default; option of either AC or DC power supplies and two power supply zones. There are two power supplies for power zone 0 and two power supplies for power zone 1 (do not mix AC and DC power supplies).
Cisco Nexus 5010 Switch
o The Cisco Nexus 5010 Switch foundation is built upon:
-> High-performance 10 Gigabit Ethernet
-> IEEE Data Center Bridging (DCB) for lossless Ethernet
-> Fibre Channel over Ethernet (FCoE)
-> Virtual-machine-optimized networking
o The switch delivers more than 500 Gbps of switching capacity with 20 fixed wire-speed 10 Gigabit Ethernet ports that support data center bridging and FCoE. In addition, one expansion port supports one of the following modules:
-> 8-port 1/2/4 Gigabit Fibre Channel
-> 6-port 1/2/4/8 Gigabit Fibre Channel
-> 4-port 10 Gigabit Ethernet (DCB and FCoE) and 4-port 1/2/4 Gigabit Fibre Channel
-> 6-port 10 Gigabit Ethernet (DCB and FCoE)
Access
• Fungsi
Menyediakan sarana bagi user untuk mengakses jaringan WAN dan mengendalikan perangkat yang diijinkan mengakses.
• Tugas
1. Access Control dan policy yang diteruskan dari layer distribution
2. Collision domain terpisah
3. Konektivitas workgroup kedalam layer distribusi
• Perangkat
Cisco Catalyst 3750-X Series Cisco Catalyst 3750-X and 3560-X Series:
o 24 and 48 10/100/1000 PoE+ and non-PoE models
o Optional four Gigabit Ethernet (GbE) SFP or two 10GbE SFP+ uplink network modules
o Industry first PoE+ with 30W power on all ports in 1 rack unit (RU) form factor
o Dual redundant, modular power supplies and fans
o Media Access Control Security (MACsec) hardware-based encryption
o IPv4 and IPv6 routing, Multicast routing, advanced quality of service (QoS), and security features in hardware
o Enhanced limited lifetime warranty (LLW) with next business day (NBD) advance hardware replacement and 90 day access to Cisco Technical Assistance Center (TAC) support
o Enhanced Cisco EnergyWise for operational cost optimization by measuring actual power consumption of the PoE devices, reporting, and reducing energy consumption across the network
o USB Type-A and Type-B ports for storage and console respectively and an out-of-band Ethernet management port.
Gatekeeper
Definisi Gatekeeper
Sebuah gatekeeper adalah sebuah entitas H.323 pada jaringan yang menyediakan layanan seperti terjemahan alamat dan kontrol akses jaringan untuk terminal H.323, gateway, dan MCUs. Juga, mereka dapat menyediakan layanan lain seperti manajemen bandwidth, akuntansi, dan rencana cepat yang Anda dapat memusatkan untuk memberikan salability.
Gatekeeper secara logis terpisah dari endpoint H.323 seperti terminal dan gateway. Mereka adalah opsional pada jaringan H.323. Tetapi jika sebuah gatekeeper hadir, endpoint harus menggunakan layanan yang diberikan.
Gatekeeper Zona dan Subnets
Zona A adalah kumpulan node H.323 seperti gateway, terminal, dan MCUs terdaftar dengan gatekeeper. Hanya ada satu gatekeeper aktif per zona. Zona ini dapat overlay subnet dan satu gatekeeper dapat mengatur gateway dalam satu atau beberapa subnet.
Fungsi Gatekeeper
Standar H.323 mendefinisikan wajib dan opsional fungsi gatekeeper:
Wajib Gatekeeper Fungsi
1. Address Translation - Menerjemahkan H.323 ID (seperti gwy1@domain.com) dan E.164 nomor (nomor telepon standar) ke alamat IP endpoint.
2. Admission Control - Kontrol titik akhir masuk ke dalam jaringan H.323. Untuk mencapai hal ini, penjaga gerbang menggunakan ini:
2. H.225 Registration, Admission, and Status (RAS) messages
3. Admission Request (ARQ)
4. Admission Confirm (ACF)
5. Admission Reject (ARJ)
Bandwidth Control-Terdiri dari pengelolaan kebutuhan bandwidth titik akhir. Untuk mencapai hal ini, penjaga gerbang ini menggunakan H.225 RAS pesan:
# Bandwidth Request (BRQ)
# Bandwidth Confirm (BCF)
# Bandwidth Reject (BRJ)
Zona-Manajemen Para gatekeeper menyediakan manajemen zona untuk semua endpoint terdaftar di zona itu, misalnya, kontrol dari proses pendaftaran titik akhir.
Fungsi Opsional Gatekeeper
# Call Authorization - Dengan pilihan ini, gatekeeper dapat membatasi akses ke terminal tertentu atau gateway dan / atau memiliki waktu-of-hari kebijakan membatasi akses.
# Call Management - Dengan pilihan ini, penjaga gerbang menangani informasi panggilan aktif dan menggunakannya untuk menunjukkan titik akhir sibuk atau mengarahkan panggilan.
# Bandwidth Management - Dengan pilihan ini, gatekeeper dapat menolak masuk ketika bandwidth yang dibutuhkan tidak tersedia.
# Call Control Signaling - Dengan pilihan ini, gatekeeper dapat rute panggilan-sinyal pesan antara endpoint H.323 dengan penggunaan model Gatekeeper-Routed Call Signaling (GKRCS). Atau, memungkinkan endpoint untuk mengirim panggilan H.225-call signaling langsung satu sama lain.
H.323 Protocol Suite
H.323 protocol suite dibagi menjadi tiga bidang utama kontrol:
# RAS (H.225) sinyal
# Call Control / Call Setup (H.225)
# Media Control and Transport (H.245) signaling
Sebuah gatekeeper adalah sebuah entitas H.323 pada jaringan yang menyediakan layanan seperti terjemahan alamat dan kontrol akses jaringan untuk terminal H.323, gateway, dan MCUs. Juga, mereka dapat menyediakan layanan lain seperti manajemen bandwidth, akuntansi, dan rencana cepat yang Anda dapat memusatkan untuk memberikan salability.
Gatekeeper secara logis terpisah dari endpoint H.323 seperti terminal dan gateway. Mereka adalah opsional pada jaringan H.323. Tetapi jika sebuah gatekeeper hadir, endpoint harus menggunakan layanan yang diberikan.
Gatekeeper Zona dan Subnets
Zona A adalah kumpulan node H.323 seperti gateway, terminal, dan MCUs terdaftar dengan gatekeeper. Hanya ada satu gatekeeper aktif per zona. Zona ini dapat overlay subnet dan satu gatekeeper dapat mengatur gateway dalam satu atau beberapa subnet.
Fungsi Gatekeeper
Standar H.323 mendefinisikan wajib dan opsional fungsi gatekeeper:
Wajib Gatekeeper Fungsi
1. Address Translation - Menerjemahkan H.323 ID (seperti gwy1@domain.com) dan E.164 nomor (nomor telepon standar) ke alamat IP endpoint.
2. Admission Control - Kontrol titik akhir masuk ke dalam jaringan H.323. Untuk mencapai hal ini, penjaga gerbang menggunakan ini:
2. H.225 Registration, Admission, and Status (RAS) messages
3. Admission Request (ARQ)
4. Admission Confirm (ACF)
5. Admission Reject (ARJ)
Bandwidth Control-Terdiri dari pengelolaan kebutuhan bandwidth titik akhir. Untuk mencapai hal ini, penjaga gerbang ini menggunakan H.225 RAS pesan:
# Bandwidth Request (BRQ)
# Bandwidth Confirm (BCF)
# Bandwidth Reject (BRJ)
Zona-Manajemen Para gatekeeper menyediakan manajemen zona untuk semua endpoint terdaftar di zona itu, misalnya, kontrol dari proses pendaftaran titik akhir.
Fungsi Opsional Gatekeeper
# Call Authorization - Dengan pilihan ini, gatekeeper dapat membatasi akses ke terminal tertentu atau gateway dan / atau memiliki waktu-of-hari kebijakan membatasi akses.
# Call Management - Dengan pilihan ini, penjaga gerbang menangani informasi panggilan aktif dan menggunakannya untuk menunjukkan titik akhir sibuk atau mengarahkan panggilan.
# Bandwidth Management - Dengan pilihan ini, gatekeeper dapat menolak masuk ketika bandwidth yang dibutuhkan tidak tersedia.
# Call Control Signaling - Dengan pilihan ini, gatekeeper dapat rute panggilan-sinyal pesan antara endpoint H.323 dengan penggunaan model Gatekeeper-Routed Call Signaling (GKRCS). Atau, memungkinkan endpoint untuk mengirim panggilan H.225-call signaling langsung satu sama lain.
H.323 Protocol Suite
H.323 protocol suite dibagi menjadi tiga bidang utama kontrol:
# RAS (H.225) sinyal
# Call Control / Call Setup (H.225)
# Media Control and Transport (H.245) signaling
WiMax (Wireless Microwave Access)
Penjelasan WiMax
Menurut James A. Johnson (Vice President, Intel Communications Group / General Manager, Wireless Networking Group), istilah WiMAX berasal dari singkatan wireless (disingkat Wi) Microwave Access (disingkat MAX). WiMAX dibangun berdasarkan standar yang dibuat oleh IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers). Dirancang untuk memenuhi kebutuhan akan akses nirkabel berkecepatan tinggi. WiMAX memungkinkan akses terhadap aneka aplikasi multimedia seperti video streaming via koneksi nirkabel.WiMAX menyerupai Wi-Fi dalam hal penggunaan teknologi.
Perbedaan Teknologi WiMAX dengan Non-WiMAX :
Pada frekuensi non-WiMAX, sebuah gelombang radio biasanya akan saling mengganggu gelombang radio lain, khususnya jika frekuensi tersebut memiliki siklus getaran yang berdekatan. Hal yang paling terlihat adalah pada saat kita memainkan dua mobil remote control pada frekuensi radio yang berdekatan, misalnya mobil A (frekuensi 27,125MHz) dan mobil B (frekuensi 27,5MHz). Jika kedua mobil (berikut kontrol radionya) dihidupkan, kedua frekuensi tersebut akan bisa saling mengganggu. Akibatnya, jika kita akan menggerakkan mobil A, mobil B bisa ikut berjalan. Atau jika kita membelokkan mobil B, mobil A akan mundur beberapa meter.
Dengan teknologi yang ditawarkan WiMAX, semua kendala tersebut akan sirna dengan sendirinya. Teknologi WiMAX memungkinkan kita memancarkan berbagai sinyal dalam jarak yang sangat berdekatan, tanpa harus cemas bahwa aneka sinyal tersebut akan saling mengganggu atau berinterferensi.
Perbedaan Wi-Fi dan WiMAX :
Perbedaan antara keduanya terletak pada pembagian spektrum yang dipakai, dan pada penggunaan frekuensi berlisensi dalam WiMAX. Meskpun WiMAX dan Wi-Fi juga menggunakan salah satu frekuensi Free License (5,8GHz).
Wi-Fi umumnya bekerja pada frekuensi 2,4 GHZ (Free License), tidak mampu bekerja dengan sinyal pantulan dan harus bekerja tanpa halangan obyek (biasa disebut dengan istilah Line of Sight).
WiMAX dengan frekuensi 2,5GHz and 3,5GHz (License) mampu menjangkau jarak yang lebih jauh, dan memiliki kemampuan untuk melewati aneka penghalang seperti gedung atau pohon, sangat sesuai untuk diterapkan di daerah perkotaan yang memiliki gedung perkantoran dan pemukiman dengan struktur bangunan yang tinggi.
WiMAX merupakan standar IEEE 802.16 yang membawahi aneka standar turunannya. Standar ini mengatur penggunaan perangkat nirkabel untuk keperluan jaringan perkotaan (Metropolitan Area Network/MAN). Standar ini khususnya dirancang untuk memenuhi kebutuhan jaringan akan akses nirkabel berkecepatan tinggi atau BWA (broadband wireless access) sehingga memungkinkan peningkatan daya keluaran perangkat WiMAX agar bisa menjangkau jarak yang lebih jauh.
Wi-Fi merupakan standar IEEE 802.11 beroperasi pada kisaran 100 meter hingga 20 km, sedangkan WiMAX bisa beroperasi pada kisaran 50 kilometer. Selain itu, WiMAX dirancang dalam tataran teknologi carrier-grade. Hal ini membuat WiMAX memiliki kehandalan dan kualitas pelayanan yang lebih baik dibandingkan Wi-Fi.
Sumber : http://wisatalinux.com/teknologi-wimax/
Menurut James A. Johnson (Vice President, Intel Communications Group / General Manager, Wireless Networking Group), istilah WiMAX berasal dari singkatan wireless (disingkat Wi) Microwave Access (disingkat MAX). WiMAX dibangun berdasarkan standar yang dibuat oleh IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers). Dirancang untuk memenuhi kebutuhan akan akses nirkabel berkecepatan tinggi. WiMAX memungkinkan akses terhadap aneka aplikasi multimedia seperti video streaming via koneksi nirkabel.WiMAX menyerupai Wi-Fi dalam hal penggunaan teknologi.
Perbedaan Teknologi WiMAX dengan Non-WiMAX :
Pada frekuensi non-WiMAX, sebuah gelombang radio biasanya akan saling mengganggu gelombang radio lain, khususnya jika frekuensi tersebut memiliki siklus getaran yang berdekatan. Hal yang paling terlihat adalah pada saat kita memainkan dua mobil remote control pada frekuensi radio yang berdekatan, misalnya mobil A (frekuensi 27,125MHz) dan mobil B (frekuensi 27,5MHz). Jika kedua mobil (berikut kontrol radionya) dihidupkan, kedua frekuensi tersebut akan bisa saling mengganggu. Akibatnya, jika kita akan menggerakkan mobil A, mobil B bisa ikut berjalan. Atau jika kita membelokkan mobil B, mobil A akan mundur beberapa meter.
Dengan teknologi yang ditawarkan WiMAX, semua kendala tersebut akan sirna dengan sendirinya. Teknologi WiMAX memungkinkan kita memancarkan berbagai sinyal dalam jarak yang sangat berdekatan, tanpa harus cemas bahwa aneka sinyal tersebut akan saling mengganggu atau berinterferensi.
Perbedaan Wi-Fi dan WiMAX :
Perbedaan antara keduanya terletak pada pembagian spektrum yang dipakai, dan pada penggunaan frekuensi berlisensi dalam WiMAX. Meskpun WiMAX dan Wi-Fi juga menggunakan salah satu frekuensi Free License (5,8GHz).
Wi-Fi umumnya bekerja pada frekuensi 2,4 GHZ (Free License), tidak mampu bekerja dengan sinyal pantulan dan harus bekerja tanpa halangan obyek (biasa disebut dengan istilah Line of Sight).
WiMAX dengan frekuensi 2,5GHz and 3,5GHz (License) mampu menjangkau jarak yang lebih jauh, dan memiliki kemampuan untuk melewati aneka penghalang seperti gedung atau pohon, sangat sesuai untuk diterapkan di daerah perkotaan yang memiliki gedung perkantoran dan pemukiman dengan struktur bangunan yang tinggi.
WiMAX merupakan standar IEEE 802.16 yang membawahi aneka standar turunannya. Standar ini mengatur penggunaan perangkat nirkabel untuk keperluan jaringan perkotaan (Metropolitan Area Network/MAN). Standar ini khususnya dirancang untuk memenuhi kebutuhan jaringan akan akses nirkabel berkecepatan tinggi atau BWA (broadband wireless access) sehingga memungkinkan peningkatan daya keluaran perangkat WiMAX agar bisa menjangkau jarak yang lebih jauh.
Wi-Fi merupakan standar IEEE 802.11 beroperasi pada kisaran 100 meter hingga 20 km, sedangkan WiMAX bisa beroperasi pada kisaran 50 kilometer. Selain itu, WiMAX dirancang dalam tataran teknologi carrier-grade. Hal ini membuat WiMAX memiliki kehandalan dan kualitas pelayanan yang lebih baik dibandingkan Wi-Fi.
Sumber : http://wisatalinux.com/teknologi-wimax/
Subnetting Pada Jaringan Bank BRI Cabang Ciluncat
I. TUJUAN
Agar siswamampumengimplementasikansubnettingpadajaringan yang real
II. PENDAHULUAN
Subnettingmerupakan system untukmembagialokasi IP untuksuatujaringan.
III. HASIL KERJA
Dalamjaringanpada BANK BRI CabangCiluncatterdapat 7 PC denganalokasi:
A. 4 PC padabagianpelayanan
B. 2 PC di ruangan A
C. 1 PC di ruangan B
Dikarenakan IP BANK bersifat RAHASIA tidakdiperkenankanuntukmelihatdanmencatat IP nyadanbelumtersubnetkanmakakitaambilimplementasinyakalau IP Awalnya 192.123.1.12/27 dankitaakanjadikanmenjadi 3 subnet sesuaidenganletaknyadenganmengunakancarapenghitungan VLSM.
Network=
A. 4 PC = 4 + 2 -> 6 -> 8 -> 2n=8 maka n=3 -> /29
B. 2 PC = 2 + 2 -> 4 -> 4 -> 2n=4 maka n=2 -> /30
C. 1 PC = 1 + 2 -> 3 -> 4 -> 2n=4 maka n=2 -> /30
__________________________________________________________________
16
Susunan Range Subnetwork
A. 192.123.1.0/29 - 192.123.1.7/29
B. 192.123.1.8/30 -192.123.1.11/30
C. 192.123.1.12/30 -192.123.1.15/30
Network Address : 192.123.1.0
Broadcast Address : 192.123.1.255
SISA = 192.123.1.16 - 192.123.1.255
IV. KESIMPULAN
Setelahkitamelakukanobservasidapat di simpulkanbahwapadajaringan bank cabangtersebuttidakmemiliki subnet maka kami memberi saran agar bank tersebutmembuat subnet padajaringannyasupayatingkatkeamanan bank tersebutlebihterjamin.
Agar siswamampumengimplementasikansubnettingpadajaringan yang real
II. PENDAHULUAN
Subnettingmerupakan system untukmembagialokasi IP untuksuatujaringan.
III. HASIL KERJA
Dalamjaringanpada BANK BRI CabangCiluncatterdapat 7 PC denganalokasi:
A. 4 PC padabagianpelayanan
B. 2 PC di ruangan A
C. 1 PC di ruangan B
Dikarenakan IP BANK bersifat RAHASIA tidakdiperkenankanuntukmelihatdanmencatat IP nyadanbelumtersubnetkanmakakitaambilimplementasinyakalau IP Awalnya 192.123.1.12/27 dankitaakanjadikanmenjadi 3 subnet sesuaidenganletaknyadenganmengunakancarapenghitungan VLSM.
Network=
A. 4 PC = 4 + 2 -> 6 -> 8 -> 2n=8 maka n=3 -> /29
B. 2 PC = 2 + 2 -> 4 -> 4 -> 2n=4 maka n=2 -> /30
C. 1 PC = 1 + 2 -> 3 -> 4 -> 2n=4 maka n=2 -> /30
__________________________________________________________________
16
Susunan Range Subnetwork
A. 192.123.1.0/29 - 192.123.1.7/29
B. 192.123.1.8/30 -192.123.1.11/30
C. 192.123.1.12/30 -192.123.1.15/30
Network Address : 192.123.1.0
Broadcast Address : 192.123.1.255
SISA = 192.123.1.16 - 192.123.1.255
IV. KESIMPULAN
Setelahkitamelakukanobservasidapat di simpulkanbahwapadajaringan bank cabangtersebuttidakmemiliki subnet maka kami memberi saran agar bank tersebutmembuat subnet padajaringannyasupayatingkatkeamanan bank tersebutlebihterjamin.
CIDR and VLSM
1. Sebuah netwwork dialokasikan IP address 100.0.0/24. Tentukan alokasi IP address untuk subnetwork yang masing-masing terdiri atas 30 IP address yang digunakan untuk pengalamatan hostnya!
2. Network 100.100.0.0/24. Tentukan alokasi atau range subnetwork yang masing-masing terdiri dari 200 host!
3. Tentukan range network dari 222.168.0.0/24 apabila akan dibagi menjadi 4 subnetwork!
4. 192.168.0.0/24 akan dibuat distribusi alamat untuk beberapa subnetwork dengan rincian sebagai berikut:
* Network A = 5 PC
* Network A = 5 PC
* Network A = 5 PC
* Network A = 5 PC
Tentukan range setiap subnetworknya.!
JAWABAN
1. Diketahui : Network 192.168.11.0/23
Ditanya : Buatlah menjadi 16 subnetwork
2. Diketahui : Network 192.168.10.14/26
Ditanya : Buatlah menjadi 7 subnetwork
1. Diketahui : Network 192.168.112.0/20
Ditanya : Tentukan alokasi subnetwork yang masing-masing terdiri atas 600 host
1. Diketahui : Network 100.100.10.10/28
Ditanya : Tentukan alokasi subnetwork yang masing-masing terdiri atas 8 host
JAWABAN
Latihan - Latihan Lainnya :
2. Network 100.100.0.0/24. Tentukan alokasi atau range subnetwork yang masing-masing terdiri dari 200 host!
3. Tentukan range network dari 222.168.0.0/24 apabila akan dibagi menjadi 4 subnetwork!
4. 192.168.0.0/24 akan dibuat distribusi alamat untuk beberapa subnetwork dengan rincian sebagai berikut:
* Network A = 5 PC
* Network A = 5 PC
* Network A = 5 PC
* Network A = 5 PC
Tentukan range setiap subnetworknya.!
JAWABAN
1. Diketahui : Network 192.168.11.0/23
Ditanya : Buatlah menjadi 16 subnetwork
2. Diketahui : Network 192.168.10.14/26
Ditanya : Buatlah menjadi 7 subnetwork
1. Diketahui : Network 192.168.112.0/20
Ditanya : Tentukan alokasi subnetwork yang masing-masing terdiri atas 600 host
1. Diketahui : Network 100.100.10.10/28
Ditanya : Tentukan alokasi subnetwork yang masing-masing terdiri atas 8 host
JAWABAN
Latihan - Latihan Lainnya :
DTE, CPE, DCE, Network Device
DTE (Data Terminal Equipment)
Adalah peralatan komputer termasuk bridge dan router dimana aplikasi switching berada dan dimiliki pemakai.
CPE (Customer Premise Equipment)
Adalah peralatan yang terletak di tempat pelanggan termasuk milik pelanggan maupun barang sewaan.
DCE (Data Circuit-terminating Euipment)
Adalah peralatan untuk mentranslasikan data dari DTE menjadi data yang dimengerti oleh protocol. Biasanya termasuk DSU/CSU, NTI, modem dan paket switcher yang dimiliki oleh pemilik Frame Relay.
DSU (Data Service Unit)
Adalah peralatan yang menyesuaikan physical Interface DTE ke fasilitas transmisi. DSU adalah juga peralatan yang mengatur timing jaringan.
Network Device
Network Interface Card
Peralatan yang berhubungan secara langsung dengan network segment disebut device dan dapat dibagi atas 2 bagain :
Ø End user device; meliputi computer, scanner, printer dan peralatan – peralatan lain yang memberikan service kepada user secara langsung.
Ø Network device; meliputi semua perlatan yang menghubungkan end user device sehingga mereka dapat saling berkomunikasi.
End – user device yang menghubungkan user dengan suatu koneksi ke jaringan dijuga disebut host. Host devices dihubungkan ke network media melalui network interface card (NIC). Setiap NIC memiliki kode unik yang dikenal dengan nama MAC Address. Address ini mengontrol komunikasi data host dalam LAN. NIC sekaligus mengontrol access host ke medium.
Hub
Berfungsi untuk menghasilkan kembali signal – signal jaringan. Karekteristik dari hub sama dengan repeater. Hub mempunyai banyak port dan ketika satu paket tiba pada satu port, paket tersebut dicopi ke port – port lainnya sehingga semua segment LAN dapat melihat semua paket. Sifat – sifat dari hub :
Ø Hub menguatkan signal
Ø Hub mempropagasi signal melalui jaringan
Ø Hub tidak melakukan filterisasi
Ø Hub tidak memerlukan penentuan path ataupun switching
Ø Hub digunakan sebagai titik konsentrasi jaringan
Switch
Seperti dengan bridge, switch menghubungkan LAN segment menggunakan MAC address untuk menentukan segment dimana frame akan ditransmisikan dan mengurangi traffic. Switch beroperasi jauh lebih cepat dari bridge.
Switch seperti bridge, menghubungkan segment – segment LAN menjadi jaringan yang lebih besar dan meneruskan lalu lintas jaringan berdasarkan pada MAC Address. Karena dalam switch proses switching dilakukan dalam hardware, maka prosesnya jauh lebih cepat dari proses switching pada bridge yang dilakukan dengan menggunakan software. Setiap port switch bertindak sebagai bridge yang terpisah dan memberikan setiap host bandwidth yang penuh sesuai medianya. Proses ini dikenal dengan microsegmentasi.
Router
Adalah peralatan jaringan (network device) yang melewatkan paket antara jaringan berdasarkan alamat – alamat pada layer 3. Router dapat membuat keputusan berdasarkan path yang terbaik untuk membawa data dalam jaringan karena router meneruskan data berdasarkan alamat jaringan. Dengan kata lain tidak seperti switch atau bridge, router tahu lokasi dimana data dikirim.
Bekerja pada layer 3 membuat router membuat keputusan berdasarkan network address. Router dapat juga menghubungkan teknologi – teknologi layer 2 yang berbeda seperti Ethernet, Token Ring dan Fiber Distributed data Interfaces (FDDI).
Router berfungsi untuk memeriksa paket yang data (incoming paket), memilih path atau saluran yang terbaik kemudian mengswitchnya ke port keluaran yang sesuai.
Adalah peralatan komputer termasuk bridge dan router dimana aplikasi switching berada dan dimiliki pemakai.
CPE (Customer Premise Equipment)
Adalah peralatan yang terletak di tempat pelanggan termasuk milik pelanggan maupun barang sewaan.
DCE (Data Circuit-terminating Euipment)
Adalah peralatan untuk mentranslasikan data dari DTE menjadi data yang dimengerti oleh protocol. Biasanya termasuk DSU/CSU, NTI, modem dan paket switcher yang dimiliki oleh pemilik Frame Relay.
DSU (Data Service Unit)
Adalah peralatan yang menyesuaikan physical Interface DTE ke fasilitas transmisi. DSU adalah juga peralatan yang mengatur timing jaringan.
Network Device
Network Interface Card
Peralatan yang berhubungan secara langsung dengan network segment disebut device dan dapat dibagi atas 2 bagain :
Ø End user device; meliputi computer, scanner, printer dan peralatan – peralatan lain yang memberikan service kepada user secara langsung.
Ø Network device; meliputi semua perlatan yang menghubungkan end user device sehingga mereka dapat saling berkomunikasi.
End – user device yang menghubungkan user dengan suatu koneksi ke jaringan dijuga disebut host. Host devices dihubungkan ke network media melalui network interface card (NIC). Setiap NIC memiliki kode unik yang dikenal dengan nama MAC Address. Address ini mengontrol komunikasi data host dalam LAN. NIC sekaligus mengontrol access host ke medium.
Hub
Berfungsi untuk menghasilkan kembali signal – signal jaringan. Karekteristik dari hub sama dengan repeater. Hub mempunyai banyak port dan ketika satu paket tiba pada satu port, paket tersebut dicopi ke port – port lainnya sehingga semua segment LAN dapat melihat semua paket. Sifat – sifat dari hub :
Ø Hub menguatkan signal
Ø Hub mempropagasi signal melalui jaringan
Ø Hub tidak melakukan filterisasi
Ø Hub tidak memerlukan penentuan path ataupun switching
Ø Hub digunakan sebagai titik konsentrasi jaringan
Switch
Seperti dengan bridge, switch menghubungkan LAN segment menggunakan MAC address untuk menentukan segment dimana frame akan ditransmisikan dan mengurangi traffic. Switch beroperasi jauh lebih cepat dari bridge.
Switch seperti bridge, menghubungkan segment – segment LAN menjadi jaringan yang lebih besar dan meneruskan lalu lintas jaringan berdasarkan pada MAC Address. Karena dalam switch proses switching dilakukan dalam hardware, maka prosesnya jauh lebih cepat dari proses switching pada bridge yang dilakukan dengan menggunakan software. Setiap port switch bertindak sebagai bridge yang terpisah dan memberikan setiap host bandwidth yang penuh sesuai medianya. Proses ini dikenal dengan microsegmentasi.
Router
Adalah peralatan jaringan (network device) yang melewatkan paket antara jaringan berdasarkan alamat – alamat pada layer 3. Router dapat membuat keputusan berdasarkan path yang terbaik untuk membawa data dalam jaringan karena router meneruskan data berdasarkan alamat jaringan. Dengan kata lain tidak seperti switch atau bridge, router tahu lokasi dimana data dikirim.
Bekerja pada layer 3 membuat router membuat keputusan berdasarkan network address. Router dapat juga menghubungkan teknologi – teknologi layer 2 yang berbeda seperti Ethernet, Token Ring dan Fiber Distributed data Interfaces (FDDI).
Router berfungsi untuk memeriksa paket yang data (incoming paket), memilih path atau saluran yang terbaik kemudian mengswitchnya ke port keluaran yang sesuai.
IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers)
IEEE merupakan organisasi profesional yang aktif di seluruh dunia dan bertugas dalam bidang peningkatan teknologi.
# IEEE 802.1 defines Physical and Data Link Layer standards for
allowing one IEEE 802 LAN station to communicate with another
station on a different LAN or WAN.
IEEE 802.2 defines the Logical Link Control (LLC) sublayer of the
IEEE 802.x series. It is commonly used with IEEE 802.3, 802.4,
802.5, and 802.6 implementations.
# IEEE 802.2 adds header fields to identify which upper layer protocol
is used in the frame and which Network layer processes the frame’s
source and destination use.
# IEEE 802.3 specifies a variety of Physical layer options, including
different signaling modes (baseband and broadband), media types,
topologies, and data rates. The common element of each of the
options is their use of the Carrier Sense Multiple Access/Collision
Detection (CSMA/CD) media access method.
The individual implementations of 802.3 have been given names
that use a three-part naming convention. The first part is a number
that represents the data rate in megabits per second (Mbps). The
second part indicates BASE for baseband and BROAD for
broadband signals. The third part indicates a rough effective
distance or is used as a special designator.
# IEEE 802.4 was created, primarily, to satisfy the LAN needs of
factory and industrial automation. This standard defines a physical
bus topology, a token-passing media access method, both
baseband and broadband media, and 75 ohm CATV-type cable or
optical fiber.
# IEEE 802.5 is based on IBM’s Token-Ring specification. It uses a
token-passing media access method and supports data rates of 1,
4, or 16 Mbps. Unlike IBM’s Token-Ring, the 802.5 specification
does not mandate a specific transmission medium or physical
topology.
0
0
# IEEE 802.6 uses a data transfer technology called Distributed
Queue Dual Bus (DQDB) that allows both synchronous and
asynchronous traffic for supporting voice, video, and data
transmissions.
# IEEE 802.7 defines a standard for the design, installation, and test
parameters of broadband communication.
# IEEE 802.8 defines a Fiber Optic Technical Advisory Group to work
with the 802 working groups on fiber optic technology and
standards.
# IEEE 802.9, Isochronous Ethernet (also known as IsoEnet), focuses
on the integration of voice transmissions with data transmissions
and supports both sporadic and patterned traffic. This specification is rarely used.
# IEEE 802.10 defines a standard for services, protocols, data
formats, and interfaces that securely exchange data using
encryption mechanisms.
It also defines the management and distribution of encryption key
information. This standard is independent of any particular
encryption algorithm or transmission media.
# IEEE 802.11 defines standards for wireless LAN implementations
like spread-spectrum and infrared devices.
# IEEE 802.12 defines a 100 Mbps physical star topology
contention-based network standard known as 100VG-AnyLAN.
Unlike typical contention systems, 802.12 network devices will
contend for media access by signaling a hub. When multiple
simultaneous transmission requests occur, the hub grants
transmission rights to the highest priority traffic first.
# IEEE 802.12 will support both Ethernet and token ring frame types.
IEEE 802.1 Bridging (networking) and Network Management
IEEE 802.2 LLC inactive
IEEE 802.3 Ethernet
IEEE 802.4 Token bus disbanded
IEEE 802.5 Defines the MAC layer for a Token Ring inactive
IEEE 802.6 MANs disbanded
IEEE 802.7 Broadband LAN using Coaxial Cable disbanded
IEEE 802.8 Fiber Optic TAG disbanded
IEEE 802.9 Integrated Services LAN disbanded
IEEE 802.10 Interoperable LAN Security disbanded
IEEE 802.11 a/b/g/n Wireless LAN (WLAN) & Mesh (Wi-Fi certification)
IEEE 802.12 100BaseVG disbanded
IEEE 802.13 unused
IEEE 802.14 Cable modems disbanded
IEEE 802.15 Wireless PAN
IEEE 802.15.1 Bluetooth certification
IEEE 802.15.2 IEEE 802.15 and IEEE 802.11 coexistence
IEEE 802.15.3 High-Rate wireless PAN
IEEE 802.15.4 Low-Rate wireless PAN (e.g., ZigBee, WirelessHART, MiWi, etc.)
IEEE 802.15.5 Mesh networking for WPAN
IEEE 802.16 Broadband Wireless Access (WiMAX certification)
IEEE 802.16.1 Local Multipoint Distribution Service
IEEE 802.17 Resilient packet ring
IEEE 802.18 Radio Regulatory TAG
IEEE 802.19 Coexistence TAG
IEEE 802.20 Mobile Broadband Wireless Access
IEEE 802.21 Media Independent Handoff
IEEE 802.22 Wireless Regional Area Network
IEEE 802.23 Emergency Services Working Group New (March, 2010)
Sumber :
# IEEE 802.1 defines Physical and Data Link Layer standards for
allowing one IEEE 802 LAN station to communicate with another
station on a different LAN or WAN.
IEEE 802.2 defines the Logical Link Control (LLC) sublayer of the
IEEE 802.x series. It is commonly used with IEEE 802.3, 802.4,
802.5, and 802.6 implementations.
# IEEE 802.2 adds header fields to identify which upper layer protocol
is used in the frame and which Network layer processes the frame’s
source and destination use.
# IEEE 802.3 specifies a variety of Physical layer options, including
different signaling modes (baseband and broadband), media types,
topologies, and data rates. The common element of each of the
options is their use of the Carrier Sense Multiple Access/Collision
Detection (CSMA/CD) media access method.
The individual implementations of 802.3 have been given names
that use a three-part naming convention. The first part is a number
that represents the data rate in megabits per second (Mbps). The
second part indicates BASE for baseband and BROAD for
broadband signals. The third part indicates a rough effective
distance or is used as a special designator.
# IEEE 802.4 was created, primarily, to satisfy the LAN needs of
factory and industrial automation. This standard defines a physical
bus topology, a token-passing media access method, both
baseband and broadband media, and 75 ohm CATV-type cable or
optical fiber.
# IEEE 802.5 is based on IBM’s Token-Ring specification. It uses a
token-passing media access method and supports data rates of 1,
4, or 16 Mbps. Unlike IBM’s Token-Ring, the 802.5 specification
does not mandate a specific transmission medium or physical
topology.
0
0
# IEEE 802.6 uses a data transfer technology called Distributed
Queue Dual Bus (DQDB) that allows both synchronous and
asynchronous traffic for supporting voice, video, and data
transmissions.
# IEEE 802.7 defines a standard for the design, installation, and test
parameters of broadband communication.
# IEEE 802.8 defines a Fiber Optic Technical Advisory Group to work
with the 802 working groups on fiber optic technology and
standards.
# IEEE 802.9, Isochronous Ethernet (also known as IsoEnet), focuses
on the integration of voice transmissions with data transmissions
and supports both sporadic and patterned traffic. This specification is rarely used.
# IEEE 802.10 defines a standard for services, protocols, data
formats, and interfaces that securely exchange data using
encryption mechanisms.
It also defines the management and distribution of encryption key
information. This standard is independent of any particular
encryption algorithm or transmission media.
# IEEE 802.11 defines standards for wireless LAN implementations
like spread-spectrum and infrared devices.
# IEEE 802.12 defines a 100 Mbps physical star topology
contention-based network standard known as 100VG-AnyLAN.
Unlike typical contention systems, 802.12 network devices will
contend for media access by signaling a hub. When multiple
simultaneous transmission requests occur, the hub grants
transmission rights to the highest priority traffic first.
# IEEE 802.12 will support both Ethernet and token ring frame types.
IEEE 802.1 Bridging (networking) and Network Management
IEEE 802.2 LLC inactive
IEEE 802.3 Ethernet
IEEE 802.4 Token bus disbanded
IEEE 802.5 Defines the MAC layer for a Token Ring inactive
IEEE 802.6 MANs disbanded
IEEE 802.7 Broadband LAN using Coaxial Cable disbanded
IEEE 802.8 Fiber Optic TAG disbanded
IEEE 802.9 Integrated Services LAN disbanded
IEEE 802.10 Interoperable LAN Security disbanded
IEEE 802.11 a/b/g/n Wireless LAN (WLAN) & Mesh (Wi-Fi certification)
IEEE 802.12 100BaseVG disbanded
IEEE 802.13 unused
IEEE 802.14 Cable modems disbanded
IEEE 802.15 Wireless PAN
IEEE 802.15.1 Bluetooth certification
IEEE 802.15.2 IEEE 802.15 and IEEE 802.11 coexistence
IEEE 802.15.3 High-Rate wireless PAN
IEEE 802.15.4 Low-Rate wireless PAN (e.g., ZigBee, WirelessHART, MiWi, etc.)
IEEE 802.15.5 Mesh networking for WPAN
IEEE 802.16 Broadband Wireless Access (WiMAX certification)
IEEE 802.16.1 Local Multipoint Distribution Service
IEEE 802.17 Resilient packet ring
IEEE 802.18 Radio Regulatory TAG
IEEE 802.19 Coexistence TAG
IEEE 802.20 Mobile Broadband Wireless Access
IEEE 802.21 Media Independent Handoff
IEEE 802.22 Wireless Regional Area Network
IEEE 802.23 Emergency Services Working Group New (March, 2010)
Sumber :
Penggunaan WireShark
Langkah - langkah penggunaan WireShark :
- Pertama nyalakan PC anda, lalu instal program WireShark.
- Jika sudah terinstal, buka program tersebut lalu akan muncul gambar sebagai berikut :
- Klik Interface list, lalu klik start.Maka akan muncul gambar sebagai berikut :
- Setelah muncul gambar seperti diatas, kita bisa langsung memulai proses capturing.
- Buka halaman web untuk pengetesan, lalu WireShark akan memunculkan hasil sebagai berikut :
- Pada gambar diatas yang di beri lingkaran merah merupakan pembuktian bahwa komunikasi data menggunakan metode komunikasi Half Duplex.
Penjelasan :
Dari gambar diatas bisa kita lihat bahwa yang pada awalnya "74.125.96.207" menjadi source dan "192.168.1.40" menjadi destination bertukar tempat."74.125.96.207" menjadi destination dan "192.168.1.40" menjadi source.
Dari pernyattan diatas, bisa kita simpulkan bahwa dalam komunikasi data tidak dapat melakukan pengiriman dan penerimaan data dalam satu waktu atau bersamaan.
- Pertama nyalakan PC anda, lalu instal program WireShark.
- Jika sudah terinstal, buka program tersebut lalu akan muncul gambar sebagai berikut :
- Klik Interface list, lalu klik start.Maka akan muncul gambar sebagai berikut :
- Setelah muncul gambar seperti diatas, kita bisa langsung memulai proses capturing.
- Buka halaman web untuk pengetesan, lalu WireShark akan memunculkan hasil sebagai berikut :
- Pada gambar diatas yang di beri lingkaran merah merupakan pembuktian bahwa komunikasi data menggunakan metode komunikasi Half Duplex.
Penjelasan :
Dari gambar diatas bisa kita lihat bahwa yang pada awalnya "74.125.96.207" menjadi source dan "192.168.1.40" menjadi destination bertukar tempat."74.125.96.207" menjadi destination dan "192.168.1.40" menjadi source.
Dari pernyattan diatas, bisa kita simpulkan bahwa dalam komunikasi data tidak dapat melakukan pengiriman dan penerimaan data dalam satu waktu atau bersamaan.
Media Transmisi Jaringan
Media Transmisi adalah suatu media yang dapat digunaka untuk melakukan transportasi data dari satu PC ke PC yang lain.
Dalam jaringan, semua media yang dapat menyalurkan gelombang listrik atau elektromagnetik atau cahaya dapat dipakai sebagai media pengirim, baik untuk pengiriman dan penerimaan data.
Media Transmisi terdiri dari 2 macam, yaitu :
# Bounded Media
# Unbounded Media
1. Bounded Media
Bunded Media adalah suatu media tranmisi yang melakukan transportasi data melalui jalur yang memiliki fisik seperti :
# Kabel Koaksial
Ada 4 macam kabel koaksial, yaitu :Thinnet atau RG-58, Thicknet atau RG-8, RG-59, RG-6.
# Twisted-Pair cable
Ada 2 macam Twisted-Pair cable, yaitu :
1. Kabel STP (Shielded Twisted Pair), keuntungannya lebih tahan terhadap interferensi gelombang elektromagnetik baik dari dari dalam maupun dari luar. Kekurangannya adalah mahal, susah pada saat instalasi (terutama masalah grounding), dan jarak jangkauannya hanya 100m .
2. Kabel Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair), keuntungannya murah dan mudah diinstalasi. Kekurangannya adalah rentan terhadap interferensi gelombang elektromagnetik, dan jarak jangkauannya hanya 100m.
2. Unbounded Media
Unbounded Media adalah suatu media transmisi yang tidak dapat dilihat secara fisik dan biasa kita sebut sebagai Wireless.
Keunggulannya adalah biaya pemeliharannya murah, infrastrukturnya berdimensi kecil, pembangunannya cepat, mudah dikembangkan, mudah & murah untuk direlokasi dan mendukung portabelitas.
Kelemahannya adalah biaya peralatan mahal, delay yang besar, adanya masalah propagasi radio seperti terhalang, terpantul dan banyak sumber interferensi, kapasitas jaringan menghadapi keterbatas spektrum dan keamanan data (kerahasian) kurang terjamin.
Media Transmisi yang tergolong Unbounded Media antara lain :
# Gelombang Micro Terrestrial,
# Gelombang Micro Satelit,
# Gelombang Radio,
# Laser, dan
# InfraRed.
Sumber :
Dalam jaringan, semua media yang dapat menyalurkan gelombang listrik atau elektromagnetik atau cahaya dapat dipakai sebagai media pengirim, baik untuk pengiriman dan penerimaan data.
Media Transmisi terdiri dari 2 macam, yaitu :
# Bounded Media
# Unbounded Media
1. Bounded Media
Bunded Media adalah suatu media tranmisi yang melakukan transportasi data melalui jalur yang memiliki fisik seperti :
# Kabel Koaksial
Ada 4 macam kabel koaksial, yaitu :Thinnet atau RG-58, Thicknet atau RG-8, RG-59, RG-6.
# Twisted-Pair cable
Ada 2 macam Twisted-Pair cable, yaitu :
1. Kabel STP (Shielded Twisted Pair), keuntungannya lebih tahan terhadap interferensi gelombang elektromagnetik baik dari dari dalam maupun dari luar. Kekurangannya adalah mahal, susah pada saat instalasi (terutama masalah grounding), dan jarak jangkauannya hanya 100m .
2. Kabel Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair), keuntungannya murah dan mudah diinstalasi. Kekurangannya adalah rentan terhadap interferensi gelombang elektromagnetik, dan jarak jangkauannya hanya 100m.
2. Unbounded Media
Unbounded Media adalah suatu media transmisi yang tidak dapat dilihat secara fisik dan biasa kita sebut sebagai Wireless.
Keunggulannya adalah biaya pemeliharannya murah, infrastrukturnya berdimensi kecil, pembangunannya cepat, mudah dikembangkan, mudah & murah untuk direlokasi dan mendukung portabelitas.
Kelemahannya adalah biaya peralatan mahal, delay yang besar, adanya masalah propagasi radio seperti terhalang, terpantul dan banyak sumber interferensi, kapasitas jaringan menghadapi keterbatas spektrum dan keamanan data (kerahasian) kurang terjamin.
Media Transmisi yang tergolong Unbounded Media antara lain :
# Gelombang Micro Terrestrial,
# Gelombang Micro Satelit,
# Gelombang Radio,
# Laser, dan
# InfraRed.
Sumber :
















